Info Syarat Dan Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Info Syarat Dan Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau biasa disebut BPJS Ketenagakerjaan adalah perwujudan baru dari Jamsostek. BPJS Ketenagakerjaan dibentuk sebagai salah satu perhatian pemerintah untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia. Pada intinya seluruh perusahaan di Indonesia diwajibkan membayarkan iuran jaminan hari tua kepada seluruh pekerjanya, namun jaminan tersebut dititipkan untuk dikelola kepada BPJS Ketenagakerjaan dan dapat dicairkan oleh tenaga kerja dimaksud dengan beberapa persyaratan tertentu.  Pada artikel dibawah ini kami akan menginformasikan kepada Anda terkait cara mencairkan dana bpjs ketenagakerjaan 2015 atau dahulu disebut jamsostek, jht bpjs, syarat pencairan bpjs ketenagakerjaan dan cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan secara online atau e-klaim.

cara-mencairkan-dana-bpjs-ketenagakerjaan-jamsostek

Untuk tata cara pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan sendiri sudah diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. Berikut dibawah ini kami rangkum terkait bagaimana cara dan tata syarat mencairkan dana BPJS ketenagakerjaan tersebut.

Peserta Yang Dapat Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Sesuai peraturan Menteri Ketenagakerjaan, ada 3 macam Peserta yang dapat melakukan pencairan atas dana hari tuanya yang ada di BPJS Ketenagakerjaan yaitu :

  • Peserta yang mencapai usia pensiun
    Selain peserta yang memang mencapai usia pensiun kerja yaitu 56 tahun yang juga termasuk dalam kategori pekerja pensiun ini adalah

    • Pekerja yang berhenti bekerja disebabkan mengundurkan diri
    • Pekerjan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
    • Peserta yang meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya
  • Peserta mengalami cacat total tetap
    Yaitu pekerja yang mengalami cacat total akibat kecelakaan baik pada saat melakukan pekerjaannya atau tidak yang menyebabkan pekerja tersebut tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pekerja.
  • Peserta meninggal dunia
    Yaitu Pekerja yang meninggal dunia baik karena kecelakaan ataupun sakit

Tempat Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Untuk tempat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan sendiri dapat dilakukan oleh peserta atau tenaga kerja di seluruh kantor BPJS Ketenagakerjaan yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan sistem di BPJS Ketenagakerjaan yang sudah online antar kantor cabang sehingga memudahkan dalam proses pencairannya. Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan ini relatif mudah bila dokumen persyaratan pencairan sudah lengkap. Dana BPJS Ketenagakerjaan sendiri akan cair dalam waktu 1 hari kerja setelah dokumen selesai diverifikasi dan dianggap sah.

Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan Secara Online atau E-Klaim

Untuk Anda yang mempunyai waktu terbatas dan tidak mau antri menunggu maka saat ini BPJS Ketenagakerjaan sudah mempunyai sistem pencairan BPJS Ketenagakerjaan secara online atau disebut E-Klaim. Untuk menggunakan fasilitas ini anda bisa langsung ke website E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan disini. Pada fasilitas E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan ini peserta cukup mendaftarkan dirinya pada website tersebut dan kemudian memasukan dokumen persyaratan yang dibutuhkan lewat fasilitas e-Klaim. Namun setelah itu peserta tetap datang ke kantor BPJS pada waktu yang telah ditentukan dengan membawa dokumen asli untuk dilakukan verifikasi. Untuk waktu pencairan lewat fasilitas E-Klaim ini memang lebih lama yaitu 5 hari kerja untuk pembayaran secara tunai dan 7 hari kerja untuk pembayaran transfer bank. Namun memang peserta lebih diuntungkan dalam hal tidak perlu antri. Karena biasanya dalam satu hari bisa ratusan orang yang antri mencairkan dananya di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Persyaratan Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Untuk persyaratan dokumen pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan sendiri adalah sebagai berikut :

  • Untuk Peserta Yang Mengundurkan Diri
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan setelah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan diterbitkan dengan memenuhi persyaratan :

    • ASLI Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Surat keterangan Pengunduran diri dari perusahaan tempat peserta bekerja
    • Copy kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Untuk Peserta Yang Telah Mencapai Usia Pensiun
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan segera setelah peserta memasuki usia pensiun dengan memenuhi persyaratan :

    • ASLI Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun dari perusahaan
    • Copy kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Untuk Peserta Yang Terkena Pmutusan Hubungan Kerja (PHK)
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan setelah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal pemutusan hubungan kerja dengan memenuhi persyaratan :

    • ASLI Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Bukti persetujuan bersama yang telah didaftarkan di pengadilan hubungan industrial atau penetapan pengadilan hubungan industrial
    • Copy kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Untuk Peserta Yang Meninggalkan Indonesia Untuk Selama-lamanya (Umumnya pekerja Asing atau Warga Negara Indonesia yang akan menetap di luar negeri)
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan secara tunai dan sekaligus dengan memenuhi persyaratan :

    • Surat Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
    • Copy Passport
    • Copy Visa bagi tenaga kerja Warga Negara Indonesia
  • Untuk Peserta Yang Mengalami Cacat Total Tetap
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan sebelum mencapai usia pensiun diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah peserta ditetapkan mengalami cacat total tetap dengan memenuhi persyaratan :

    • ASLI Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Surat Keterangan Dokter
  • Untuk Peserta Yang Meninggal Dunia
    Dana BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan kepada ahli waris yaitu Jandanya, Dudanya atau Anak dengan memenuhi persyaratan :

    • ASLI Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan
    • Surat Keterangan ahli waris dari instansi yang berwenang
    • Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
    • Dalam hal tidak ada ahli waris maka akan dibayarkan kepada Balai Harta Peninggalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

Demikian informasi terkait persyaratan dan cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan, semoga informasi ini berguna untuk Anda. Simak juga artikel kami sebelumnya tentang Tips Cara merawat kulit wajah berminyak disini.