Cara Memilih Lampu Emergency Terbaik dan Tahan Lama

Cara Memilih Lampu Emergency Terbaik dan Tahan Lama. Listrik adalah kebutuhan utama kehidupan. Tanpa listrik otomatis lampu tak bisa dinyalakan padahal tanpa pencahayaan kegiatan tidak bisa dilakukan dengan nyaman. Jika tempat tinggal kita sering mendapatkan jatah pemadaman listrik, lampu emergency menjadi barang yang wajib kita miliki saat mati lampu agar kegiatan yang kita lakukan tidak terhambat sepenuhnya. Sekarang ini cukup banyak merk dan jenis dari lampu emergency, sebelum memilih dan membelinya ada baiknya dibaca penjelasan bagaimana cara memilih lampu emergency berikut ini.

Lampu Emergency Berdasarkan Kegunaannya

Lampu Emergency atau Emergency Light Berdasarkan kegunaan dan penempatannya lampu emergency dibagi menjadi 2, portable dan wall light. Jenis portable keuntungannya adalah dapat dibawa kemana-mana dan digunakan di tempat-tempat tertentu sesuai kebutuhan. Jenis wall light cirinya selalu diletakkan pada dinding dan tidak bisa di bawa-bawa. Keuntungannya adalah kita sudah tau posisi lampu itu dengan pasti pada saat diperlukan karena tidak dipindahkan.

Lampu Emergency Berdasarkan Sumber Cahaya

Lampu emergency juga bisa dibedakan berdasarkan sumber cahaya atau lampu yang digunakan. Ada yang menggunakan lampu neon, lampu ulir atau lampu LED. Lampu LED memiliki keunggulan dalam hal biaya karena memiliki tingkat cahaya yang baik serta watt yang kecil dibandingkan lampu neon. Namun harga lampu LED lebih mahal dibanding lampu emergency yang menggunakan neon. Selain itu jika salah satu lampu LED itu mati anda harus mengganti semuanya, jika lampu neon yang mati dapat diganti kapan saja.

Lampu Emergency Berdasarkan Sumber Energinya

Lampu emergency bisa dinyalakan sekitar 4-6 jam dan lama pengisian baterai 8-10 jam. Pengisian baterainya dibagi 2, sistem auto-discharge dan manual discharge. Pada sistem auto discharge lampu akan mengisi baterai ketika kosong dan berhenti secara otomatis ketika baterai penuh. Sistem ini membuat baterai tidak akan mengalami over charge yang membuat lampu cepat rusak. Lampu jenis ini lebih praktis karena tidak perlu mencolok dan cabut kabel lampu. Manual discharge biasanya terdapat pada lampu emergency jenis portable. Mengharuskan pengguna mengisi daya listrik secara manual dengan cara mencolok dan mencabut dari stop kontak. Lampu jenis ini lebih murah namun resikonya jika lupa mencabut terjadi overcharge yang pada akhirnya menjadi penyebab baterai tidak awet.
Ada 2 jenis baterai pada lampu emergency, Lithium dan Lead Acid. Keunggulan baterai lithium lebih tahan lama, tipis, membuat produk menjadi ringan. Baterai Lead Acid tidak tahan lama, bentuknya besar dan membuat produk menjadi berat.

Setelah membaca uraian di atas, diharapkan pembaca dapat terbantu memahami bagaimana cara memilih lampu emergency sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Demikian artikel kami terkait cara memilih lampu emergency, silahkan simak artikel kami sebelumnya tentang cara mencegah kebakaran rumah disini.